Anda tidak akan tau jika anda tidak tau alat ukurnya. Seberapa besar ukuran orang yang berkemauan kuat itu. Nah kali ini adalah sebuah k...

Benarkah anda berkemauan kuat?


Anda tidak akan tau jika anda tidak tau alat ukurnya. Seberapa besar ukuran orang yang berkemauan kuat itu. Nah kali ini adalah sebuah kisah nyata yang baru saja saya dapatkan ketika melakukan wawancara terhadap seorang calon murid “6 minggu bisa” sang bintang school. Dari cerita ini di harapkan teman-teman bisa tau orang yang berkemauan kuat itu seperti apa sih?
Ini dia ceritanya,

Berada di kampong tidak membuat Herma berfikir kecil. Herma mempunyai keinginan untuk melanjutkan study nya di Pontianak. Padahal saat itu Herma tidak memiliki uang yang cukup. Selain itu ayahnya juga tidak mengizinkannya untuk melanjutkan studynya di Pontianak. Ayahnya bahkan tidak menganggap herma sebagai anaknya jika ia tetap berangkat.

Mungkin jika di posisi ini kita akan mengalah saja.

Tapi karena Herma sudah berkemauan sangat tinggi. Herma tetap berangkat hanya membawa baju yang terbatas dan uang saku sebesar Rp 50.000,-  sepanjang perjalanan di dalam bis Herma menangis sampai ada yang mau membantunya.

Sesampainya di Pontianak. Berniat kuliah tapi bagaimana? Uang hanya Rp 50.000 mana bisa daftar kuliah. Untuk makan sebulan aja gak cukup. Akhirnya herma luntang lantung di Pontianak. Bekerja apa saja ia lakukan tapi dia tak pernah melupakan impiannya untuk melanjutkan ke study ke perguruan tinggi. ia pernah bekerja  dengan gaji 15 ribu/ hari per hari pernah ia jalani, tak di gaji juga pernah, di gaji hanya Rp.200.000,-/ bulan pun pernah.

Kondisi seperti itu mungkin akan membuat herma putus asa dan memutuskan untuk kembali ke kampungnya dan menjalani hidup nya yang aman dan nyaman tanpa harus bekerja tapi dia tetap bertahan.

Sampai akhirnya dia bisa bekerja di PT. XXX dengan gaji yang lumayan sehingga ia bisa menabung untuk biaya studynya. Dia menabung dan secara konsisten menjaga impiannya untuk melanjutkan Studynya. Setahun sampai akhirnya uangnya cukup untuk mendaftar kuliah dan membeli sepeda motor. Masyaallah.

Ketika di universitas dia melihat poster program sang bintang school. Dia ingin mengikuti program tersebut tapi terkendala biaya. Harga untuk mengikuti program tersebut (6 minggu bisa) sama dengan gajinya selama 4 bulan.

Walaupun begitu dia tetap memelihara keinginannya. Ia ikuti fansPage sang bintang school sehingga dia tau informasi-informasi tentang sang bintang school.
Waktu berlalu dan kini sebuah kesempatan muncul di depan matanya. Sebuah program promosi di laksanakan di facebook. Dia melakukan semua yang ia bisa agar bisa menang dan Alhamdulillah. Dia lah pemenangnya mendapatkan voucher belajar senilai Rp 1. 600.000,-

Tapi muncul satu masalah lagi. Yaitu biaya untuk mengikuti program 6 minggu bisa adalah Rp. 3.200.00,-  kecuali jika dia bisa mengajak beberapa orang lagi sehingga ia bisa mendapatkan potongan untuk mendaftar.

Jadi apa yang ia lakukan? Apakah dia menyerah?  Tentu saja tidak. Ia hubungi teman-temannya, ia hubungi orang-orang yang berkomentar di status yang di bagikan SBS di facebok. Juga yang berkomentar di wallnya. Sampai akhirnya dia mendapatkan orang yang cukup.

Itu lah sebuah kisah tentang seseorang yang menurut saya memiliki kemauan yang kuat. So, seberapa besar kemauan kamu? Jika di bandingkan dengan dia. Seberapa besar halangan yang menghadapi mu? Apakah lebih besar dari pada yang herma hadapi? Jika masih lebih kecil. Gak layak anda mengeluh.

So jangan mengeluh, lakukan yang terbaik. Akan selalu ada jalan. Semoga bermanfaat.

0 komentar: